Viral Aksi Penjual Pentol Tetap Santuy Berdagang saat Heboh Tawuran di Jogja

Dengan sepeda onthel, dia tampak melayani seorang pelanggan yang membeli pentol.

Veronika Yasinta
Senin, 05 Juni 2023 | 11:03 WIB
Viral Aksi Penjual Pentol Tetap Santuy Berdagang saat Heboh Tawuran di Jogja
Penjual pentol terlihat melayani pelanggan di tengah situasi tawuran yang terjadi di Jalan Tamansiswa, Yogyakarta, Minggu (4/6/2023). (Twitter/@JogjaUpdate)

Indotnesia - Warga Yogyakarta pada Minggu (4/6/2023) digegerkan dengan aksi tawuran sekelompok anggota Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) dengan masyarakat dan Brajamusti.

Tawuran yang dipicu oleh dendam lama itu terjadi di sekitar Jalan Parangtritis. Namun sebelumnya, aksi rusuh bermula di wilayah Umbulharjo hingga meluas kw area Tamansiswa.

Di tengah tawuran, seorang pedagang pentol terlihat melayani pelanggan. Aksi penjual pentol yang santuy itu terekam oleh kamera warga, yang kemudian diunggah di akun Twitter @JogjaUpdate.

Dengan sepeda onthel, ia berhenti di depan pagar pendopo Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa di Kota Yogyakarta. Pria berkaos biru itu nampak sibuk melayani seorang satpam yang membeli dagangannya. Sementara jalan raya terlihat kotor bekas aksi tawuran.

Baca Juga:5 Rekomendasi Film yang Bakal Tayang Streaming pada Juni 2023

Video berdurasi 7 detik itu telah ditonton lebih dari 89.000 kali di Twitter dan mendapat berbagai reaksi dari warganet.

“Apapun ulah kungfu panda pemuja gapuro teritorial, pentolku harus habis dgn brutal,” tulis seorang warganet.

“Bodo amat sama tingkah laku kalian saya hanya butuh uang uang kalian wkwk,” tulis yang lain.

“Di saat terjadi keributan, pentolku tetap jadi pilihan,” komentar netizen.

Melansir Suara.com, kedua kelompok yang berseteru tiba-tiba saling menyerang di sekitaran Pendopo Tamansiswa pada pukul 20.00 WIB. Hal tersebut membuat warga panik dan berlarian menghindari tawuran.

Baca Juga:Daftar Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Dunia, Terbaru Tabrakan di India

Sejumlah pemilik toko yang menutup tokonya. Seorang mahasiswa bernama Muhammad Zulfikar memilih batal membeli sate untuk makan malam karena khawatir tawuran dampak berdampak luas.

“Tadi mau cari sate melalui jalan [Tamansiswa] sini, tiba-tiba sama polisi dan orang-orang disuruh minggir, ternyata ada utara sudah kerumunan. Saya minggir tiba-tiba ada batu, kayu dilempari semua," ujarnya.

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Aktual

Terkini

Tampilkan lebih banyak