5 Kuliner Sate Terenak di Yogyakarta, Ada yang Super Pedas

Ke Yogyakarta jangan lupa mampir ke kuliner sate yang serba lengkap dengan berbagai sensasi rasa.

Veronika Yasinta
Senin, 02 Mei 2022 | 16:54 WIB
5 Kuliner Sate Terenak di Yogyakarta, Ada yang Super Pedas
Sumber: Indotnesia/Eko Junianto

Indotnesia - Yogyakarta menjadi salah satu tujuan wisata yang terkenal dengan budaya, alam, dan kulinernya. Biar nggak melulu menyantap gudeg Jogja, ada juga sajian kuliner sate legendaris yang patut dicoba.

Mulai dari sate kambing yang empuk dengan bumbu minimalis, hingga sate yang menggetarkan lidah karena rasanya yang super pedas. Ada banyak warung makan yang menyuguhkan sate dengan berbagai versi.

Berikut, lima rekomendasi kuliner sate legendaris di Yogyakarta yang nggak boleh terlewatkan.

Sate Klathak

Sate klathak [Sumber: Indotnesia/Eko Junianto]

Sate klatak adalah sate kambing muda yang ditusuk bukan dari tusukan bambu, melainkan besi. Tusukan besi yang panas karena bara api membuat potongan daging bagian dalamnya menjadi empuk.

Dengan bumbu super minimalis, sate ini menyuguhkan rasa asli dari daging kambing. Nama "klathak" sendiri diambil dari suara klathak-klathak ketika taburan garam mengenai daging kambing muda ketika dibakar,

Untuk melengkapi sajian daging tersebut, penjual biasanya menyuguhkan kuah gule kambing. Kawasan yang terkenal dengan berbagai warung sate klathak di Yogyakarta adalah Jalan Imogiri Timur, Bantul.

Puluhan warung sate tersedia di sini, mulai dari sate klathak Pak Pong, Pak Bari, Bu Jazim, Mak Adi, dan lain sebagainya. Satu porsinya mulai dari Rp20.000 per porsi.

Sate Petir Pak Nano

Sate Petir Pak Nano [Sumber: Ulasan Google/Vika Nuri]

Menu sate ini lebih spesifik menjurus pada satu warung yang berada di Jalan Jogja Ring Road Selatan No.90, Kasihan, Bantul. Dari namanya saja, kita bisa menduga bahwa menu yang disajikan sangatlah pedas.

Yup, benar! Sate Petir Pak Nano adalah sate kambing dengan bumbu kecap. Nampak biasa saja awalnya, namun kita bisa minta cabai dengan berbagai level.

Level pedasnya mulai dari TK hingga profesor, yang artinya semakin tinggi jenjangnya semakin pedas pula bumbu satenya. Irisan bawang merah dan cabai yang tipis namun banyak membuat lidah tak bisa berhenti mengunyah.

Sate milik Pak Nano ini telah berdiri sejak 1980-an, yang membuat warung tersebut punya pelanggan setia. Harga satu porsi sate kambing Rp25.000.

Sate Merah Bangde

Sate Bangde [Sumber: Instagram/@satebangde]

Sate merah ini adalah pendatang baru di dunia perkulineran Jogja. Buka pada pertengahan tahun lalu, sate ini terbuat dari daging ayam yang telah dimarinasi selama berjam-jam dengan bumbu merah yang khas.

Warung sate yang terletak di Jalan Wahid Hasyim (Nologaten) No. 135, Condongcatur, Sleman, juga menyediakan sate kulit ayam. Tentu saja, warnanya yang merah mencerminkan rasanya yang pedas.

Dengan sensasi rasa bumbu pedas, manis, dan dibakar dengan batu kali, Anda bisa mencicipi seporsi Sate Merah Bangde dengan merogoh kocek mulai dari Rp20.000-an.

Sate Sapi Pak Bayu

Sate sapi Pak Bay [Sumber: YouTube/Visiting Jogja TV]

Warung sop dan sate sapi Pak Bayu ini terletak di Jalan Yudistiro No.2, Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Sate ini terbuat dari daging sapi yang tentu memberikan cita rasa berbeda dibandingkan sate kambing.

Sate sapi dengan bumbu kecap yang manis dan gurih disantap dengan potongan cabai, bawang merah, serta taburan bawang goreng. Selain dagingnya, kita bisa menikmati bagian sapi lainnya sebagai sate seperti sate babat, sate koyor, sate ati, dan sate iso.

Tapi kalau ingin mencoba menu lain selain sate, Anda bisa memesan sop balungan gajah yang super besar. Yang pasti ini bukan dari hewan gajah ya, namun sapi dengan tulang yang besar.

Sate Taichan Sumoo

Sate Taichan Suumo [Sumber: Instagram/@taichansuumo]

Jogja juga punya sate taichan yang terkenal, salah satunya Sate Taichan Suumo. Terletak di Jalan Pangeran Mangkubumi No.22, Gowongan, warung ini menyajikan sate taichan dari daging ayam, kulit ayam, dan usus.

Harganya mulai Rp1.500 hingga Rp19.000 sehingga Anda bisa menikmati hidangan ini dengan sepuasnya. Daging ayam di sini menggunakan bumbu spesial dan ukurannya yang besar membuat sate ini berbeda dengan sate taichan lainnya.

Untuk menikmati sate ini, kita akan disuguhkan sambal pedas dengan rasa khas Sumoo. 

Itulah lima rekomendasi sate yang bisa Anda nikmati selama berada di Yogyakarta. Selalu jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Pelesiran

Terkini

Sebelumnya diumumkan harga tikek masuk Pulau Komodo sebesar Rp3,75 juta.

Aktual | 18:00 WIB

Mulai dari rutin cek akun google hingga rutin ganti password, begini penjelasannya!

Gaya Hidup | 17:15 WIB

Witan Sulaeman resmi bergabung klub Liga Slovakia menyusul Egy Maulana Vikri.

Sosok | 16:10 WIB

Seorang penjual siomay keliling jadi viral setelah menolong balita yang sendirian di halaman garasi, tanpa ada anggota keluarga yang tahu.

Aktual | 15:36 WIB

Aturan kenaikan tarif ojek online didasarkan pada Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 564 Tahun 2022,

Aktual | 14:45 WIB

Lebih dari 53 ribu kicauan membahas tentang Gangnam. Para warganet di Indonesia bahkan heran dengan peristiwa banjir di Gangnam.

Aktual | 14:08 WIB

Pesan berantai tersebut berisi rentetan kronologi kasus paksaan jilbab di SMAN 1 Banguntapan.

Aktual | 11:49 WIB

Tim investigasi sedang melakukan proses sinkronisasi hasil temuan tim masing-masing.

Aktual | 10:36 WIB

Permainan jadi ajang untuk mengingat semangat perjuangan kemerdekaan.

Aktual | 18:00 WIB

Tas itu bernama The Trash Pouch yang dikeluarkan Balenciaga, seperti apa bentuknya?

Gaya Hidup | 16:30 WIB

Aturan memasang bendera Merah Putih diatur dalam Undang-undang No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Langsung Kebangsaan.

Aktual | 15:26 WIB

Padahal, kerusuhan berkebalikan dengan ajaran yang diajarkan dalam PSHT.

Aktual | 14:04 WIB

Keutamaan puasa Asyura disebut bisa melebur dosa setahun sebelumnya.

Aktual | 11:57 WIB

Kucing juga disebut sebagai sahabat manusia, lho.

Aktual | 10:50 WIB

Ia dipecat setelah akun MUI Payakumbuh mengomentari salah satu konten videonya.

Sosok | 18:37 WIB
Tampilkan lebih banyak